Khamis, 14 Februari 2013

TATA CARA BETERNAK SAPI & KAMBING

PEMELIHARAAN & KANDANG SAPI

  • Setiap pagi bilamana sapi sudah dikeluarkan, maka kotoran dlm kandang dibersihkan bersama-sama sisa makanan  & dimasukkan ke dlm lubang yg telah disediakan, utk kmd dijadikan pupuk, sedang bekas-bekas urine disiram dgn abu dari api unggun.
  • Kandang utk sapi potong hendaknya dibuat dari bahan-bahan yg kuat, keadaan kandang harus terang & ada sirkulasi udara bebas. Atap dari genting/rumbia/ilalang. Lantai sebaiknya disemen atau sekurang-kurangnya tanah dipadatkan.
MAKANAN
  • Sapi-sapi diberi makan rumput, daun-daunan atau jerami yang sudah difermentasi. Sebaiknya ada cadangan makanan untuk musim kemarau. Biasanya berbentuk jerami, namun perlu diolah lagi supaya kualitas semakin bagus dengan cara fermentasi jerami.
Pakan utk sapi potong dpt dikelompokkan menjadi :

a. Hijauan
  • Hijauan yg berkualitas baik sudah dpt memenuhi kebutuhan hidup pokok, pertunbuhan & reproduksi yg normal sehingga pd pemeliharaan sapi dianjurkan lebih banyak menggunakan hijauan (85-100%), apabila hijauan banyak tersedia, pemberian konsentrat hanya dianjurkan utk keadaan tertentu saja seperti saat sulit hijauan (di musim kemarau) atau utk penggemukkan.
Contoh hijauan unggul :
  •  Rumput setaria
  •  Rumput gajah (Pennisetum purpureum)
  •  Rumput raja (Kinggrass)
  •  Rumput benggala (Panicum maximum)
  •  Rumput bede (Brachiaria decumbens)
  • Lamtorogun(Leucaena leucocepala)
  • Turi (Sesbania grandiflora)
  • Gamal (Gliricidia maculata)
  • Kaliandra
Contoh hijauan limbah pertanian :
  • Jerami kacang panjang
  • Jerami kedelai
  • Jerami padi
  • Jerami jagung
 b. Konsentrat

Contoh konsentrat :
  •  Dedak padi
  •  Onggok (ampas singkong)
  •  Ampas tahu, dll
 c. Makanan tambahan

Contoh : vitamin, mineral & urea

Secara umum makanan utk seekor sapi setiap hari sebagai berikut :
  • Hijauan :35-47 kg atau bervariasi menurut berat & besar badan
  • Konsentrat : 2-5 kg
  • Makanan tambahan : 30-50 gram

KESEHATAN
  • Berbagai jenis penyakit pd sapi yg sering berjangkit baik yg menular ataupun yg tidak menular. Penyakit menular yg terjangkit pd umumnya menimbulkan kerugian besar bagi peternak dari tahun ke tahun. Seperti ternak sapi menjadi korban penyakit radang limpa (Anthrax), penyakit mulut & kuku, serta penyakit surra.
Jenis penyakit yg sering terjadi pd sapi potong adalah :
  • Anthrax (radang limpa)
  • Penyakit mulut & kuku
  • Penyakit surra
  • Penyakit radang paha
  • Penyakit Bruccellosis (keguguran menular)
  • Kuku busuk (foot ror)
  • Cacing hati
  • Cacing perut, dan lain-lain

PERKEMBANGBIAKAN
  • Sapi potong mulai dewasa yaitu dimulai dari timbulnya oestrus (tanda-tanda birahi, bronst). Pd umur 8-12 bulan, tergantung pd bangsa-bangsa, makanan, & lingkungannya.
  • Cara perkawinan Hand Mating  yaitu pemeliharaan jantan & betina dipisah & bila ada betina yg bronst, diambilkan pejantanya agar mengawininya atau dilakukan perkawinan buatan atau dgn cara perkawinan bebas di padang rumput. Dimana sapi-sapi jantan & betina yg sudah dewasa pd musim perkawinan dilepas bersama-sama, bila ada sapi-sapi betina yg bronst tanpa campur tangan si pemilik akan terjadi perkawinan.
PENGOLAHAN HASIL
  • Jenis olahan dikembangkan sesuai dgn karakteristik & minat masyarakat. Dibandingkan dgn produk olahan memiliki daya tahan yg lebih lama sehingga dpt mengurangi resiko akibat perubahan harga. Selain itu, dlm upaya turut menjaga kelestarian lingkungan, pengolahan produk sampingan seperti kulit, tulang & darah dpt mengurangi resiko pencemaran lingkungan.
Bentuk hasil dari olahan ternak sapi potong diantaranya adalah :
a. daging bisa diolah sebagi dendeng, daging asap, sosis, bakso,abon, corned.
b. kulit bisa diolah sebagi bahan utk pembuatan tas, sepatu, ikat pinggang.
PEMASARAN
  • Pemasaran hasil sebaiknya dikoordinasikan oleh kelompok tani. Agar biaya yg dikeluarkan tidak terlalu banyak karena bisa ditanggung bersama-sama. Pemasaran hasil sapi potong selain dipasarkan sebagai sapi potong berupa produk daging, juga sering dijual dlm keadaan hidup & sebaiknya memilih standar harga per kilogram berat hidup.


Cara Ternak Kambing yang baik

Jual beli kambing memiliki prospek yang bagus saat ini. Salah satu jenis kambing yang bisa dijadikan sebagai komoditi adalah kabing etawa. Apalagi ketika musim kurban tiba, begitu banyak permintaan dari konsumen. Agar memperoleh kambing yang bagus, maka tahap awal yang harus diperhatikan adalah pembibitan. Untuk memperoleh bibit kambing yang sehat, usahakan mendatangi penjual yang terpercaya dan mau memberikan garansi kesehatan.

Usaha kambing memiliki prospek usaha yang sangat bagus, mengingat kebutuhan masyarakat kita terhadap daging kambing cukup tinggi. Banyak warung makan maupun restoran yang menyediakan menu daging kambing sebagai pilihan utama, seperti warung sate, gulai, tongseng, dll. Selain itu, kotoran kambing bisa dimanfaatkan pula sebagai pupuk alami. Sehingga banyak hal yang bisa dieksplorasi untuk menjalankan usaha ternak kambing.

Terdapat tiga hal utama yang harus diperhatikan masyarakat yang ingin menekuni usaha ternak kambing, yaitu pembibitan, makanan, dan pengelolaan.

1. Pemilihan Bibit Kambing
Bibit kambing tergantung konsep awal usaha, apabila ingin menjual daging maka pilihan tepat ada pada jenis kambing kacang, sedangkan jika ingin menjual susu maka pilihan pada kambing etawa. Umumnya kriteria bibit kambing yang baik yaitu sehat, bulu bersih, tidak cacat, dan mampu beradapatasi dengan baik.

Calon Kambing Induk memiliki kriteria:
- Tubuh besar namun tidak mengalami kegemukan, dada lebar dan dalam, serta posisi pinggang dan punggung lurus;
- Tidak liar dan kondisi mata ramah;
- Bertumit agak tinggi dan berkaki lurus;
- Kondisi gigi lengkap agar makan rumput dengan baik;
- Memiliki dua puting.

Calon Kambing Pejantan memiliki kriteria:
- Kaki kuat dan tegak;
- Memiliki usia 1,5 – 3 tahun;
- Tubuh panjang dan besar;
- Aktif dan mempunyai libido yang tinggi;
- Dada lebar.

2. Makanan Kambing
Makanan kambing yang baik berasal dari dedaunan sebagai menu utama dengan tambahan bungkil kedelai dan kelapa, dedak, vitamin dan tepung ikan. Jenis dedaunan yang diberikan seperti rumput kayangan, daun nangka, daun lamtor, dll. Dedaunan yang diberikan usahakan mencapai 15% berat badan, agar kondisi kambing tetap sehat dan gemuk.

3. Pengelolaan kambing
Sediakan kandang minimal masing-masing kambing 1,5 m2. Untuk kambing penjantan dipisahkan kandangnya dengan ukuran lebih besar 2 m2. Usahakan tinggi kandang 2 kali tinggi ternak.

Selain itu untuk mencegah terjadinya penyakit, kita harus berikan obat cacing untuk menghindari parasit pada dalam tubuh, serta sering dimandikan agar terhindar dari parasit yang menempel pada kulit tubuh. Untuk memperoleh hasil yang maksimal, usahakan kambing induk beranak 3 kali setiap 2 tahun. 

Untuk itu terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan peternak:
- Kambing yang telah dewasa ketika berumur 6–10 bulan, kawinkan pada umur 10-12 bulan disaat berat badan kambing mencapai 60 kg;
- Lama birahi kambing sampai 30-45 jam, dan akan berulang selam 20 hari kemudian;
- Keadaan  kambing disaat birahi memuncak yaitu nafsu makan kurang, ekor dikibas-kibaskan, sering kencing.

Agar terhindar dari serangan penyakit maka harus diperhatikan akan kebersihan kandang, gizi makanan, serta pemberian vaksinasi. Penyakit-penyakit yang sering dialami kambing yaitu kudis, cacingan, kembung, dll.
 













    Bagi yang berminat mendapatkan tambahan ternak anda tinggal
mengorder dengan persyaratan sebagai berikut 


No
Daftar pesanan
Jumlah pesanan
keterangan
1
Sapi
2.500
Import Australia
2
Kambing
2.000
Ntt/Ntb
3
Ayam
10.000
Surabaya





            Syarat dan Ketentuan

1.      Anda harus memiliki kelompok ternak minimal 10   
          orang/kelompok

2.      Menyiapkan poto copy kartu keluarga

3.      Menyiapkan Poto copy KTP

4.      Menyiapkan pas foto 4x6 5,lembar

5.      Menyiapkan keterangan domisili

6.      Menyiapkan materai 6.000 7,lebar

7.      Memiliki rekening bank Bri,Bni,Mandiri atau Bca. 


video

Tiada ulasan:

Catat Ulasan